Jaga Harga Pangan Jelang Nataru, Mentan Amran: Spekulan yang Mainkan Harga Akan Saya "Vertigokan"!
RADARNEGERI.COM - JAKARTA, Menteri Pertanian (Mentan) Andi
Amran Sulaiman mengeluarkan peringatan keras bagi para spekulan dan pelaku
usaha yang berniat mengerek harga pangan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET)
menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Amran menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan
ruang bagi siapa pun yang mencoba mengambil keuntungan tidak wajar di tengah
meningkatnya permintaan masyarakat.
"Siapa pun yang menaikkan harga, saya pastikan saya
'vertigokan'. Percaya sama saya," tegas Amran dalam keterangan pers di
Jakarta, Kamis (18/12/2025).
Baca Juga: Rapor APBN KiTa: Penerimaan Pajak November 2025 Capai Rp1.634 Triliun di Tengah Tantangan Kontraksi
Curhat Mentan: Stres Tinggi Jaga Keseimbangan Harga
Amran mengakui bahwa menjaga stabilitas harga pangan adalah
tugas yang penuh tekanan. Ia menceritakan pengalamannya menghadapi stres berat
setiap kali memasuki periode hari besar keagamaan.
- Dilema
Posisi: Pemerintah sering berada di posisi sulit. "Harga naik
konsumen marah, harga turun petani protes, harga stabil pengusaha yang
mengeluh," ujarnya.
- Dampak
Kesehatan: Tekanan ini bahkan berdampak pada kesehatan fisiknya. Amran
mengaku pernah mengalami asam lambung akut hingga vertigo berat yang
mengharuskannya menjalani perawatan medis intensif tepat sebelum Idul
Fitri.
Stok Pangan Melimpah, Tidak Ada Alasan Harga Naik
Sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Amran
menjamin stok pangan nasional dalam kondisi sangat aman. Ia menyebutkan
beberapa fakta kunci:
- Stok
Beras: Saat ini mencapai 3,7 juta ton (tertinggi dalam sejarah)
dan diproyeksikan melonjak hingga 7 juta ton pada April 2026.
- Minyak
Goreng: Pasokan melimpah di pasar.
- Kesimpulan:
Jika harga masih merangkak naik, Amran menilai masalahnya bukan pada
ketersediaan, melainkan pada ketidakberesan di rantai tata niaga.
Penegakan Hukum: Cabut Izin dan Tersangkakan Pelaku
Komitmen pemerintah tidak hanya sebatas imbauan. Amran
memaparkan langkah tegas yang telah diambil untuk membersihkan ekosistem pangan
dari praktik curang:
- 75
Orang Tersangka: Telah ditetapkan dalam berbagai kasus distribusi
pangan ilegal.
- Ribuan
Izin Dicabut: Pemerintah telah mencabut izin usaha sektor beras,
minyak goreng, hingga pupuk yang terbukti melakukan pelanggaran.
- Zero
Tolerance: Amran menegaskan tindakan tersebut bukan sekadar kesalahan
administratif, melainkan penipuan terhadap rakyat yang harus ditindak
secara hukum.
Mentan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mematuhi aturan HET dan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) demi memastikan masyarakat dapat merayakan Nataru dengan tenang dan harga yang stabil.
