HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Padat Karya Pemulihan Sumatera: Kementerian PU Berdayakan Warga dengan Upah Rp 125.000 Per Hari


RADARNEGERI.COM - JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat dalam memulihkan infrastruktur yang rusak akibat bencana di Pulau Sumatera. Melalui strategi Program Padat Karya Tunai (PKT), pemerintah tidak hanya fokus pada perbaikan fisik, tetapi juga menjadikan proses pemulihan sebagai motor penggerak ekonomi bagi warga terdampak.

Dalam program ini, masyarakat setempat dilibatkan langsung sebagai tenaga kerja dalam proyek perbaikan lingkungan dengan upah harian sebesar Rp 125.000 per orang.

Baca Juga: Rekor Baru! Penyaluran FLPP 2025 Capai Angka Tertinggi Sepanjang Sejarah Meski Belum Penuhi Target

Transformasi Pembayaran: Menuju Sistem Non-Tunai

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU, Dewi Chomistriana, menjelaskan bahwa saat ini pemberian upah masih dilakukan secara tunai untuk merespons kebutuhan mendesak warga. Namun, ke depan, sistem akan ditingkatkan demi keamanan dan transparansi.

"Kami sedang bekerja sama dengan pihak perbankan untuk memfasilitasi pembukaan rekening bagi masyarakat. Tujuannya agar pembayaran bisa dilakukan secara non-tunai namun dengan nilai yang tetap sama," ungkap Dewi dalam keterangan resminya, Kamis (1/1/2026).

Fokus Perbaikan: Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM)

Program ini menyasar berbagai infrastruktur vital berskala kecil yang menyentuh langsung kehidupan sehari-hari warga, di antaranya:

  • PAMSIMAS: Penyediaan air minum.
  • SANIMAS: Sanitasi pemukiman dan lembaga pendidikan keagamaan.
  • PISEW: Pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah.
  • TPS3R: Pengelolaan sampah berbasis reduce, reuse, recycle.

Sebaran Kerusakan dan Penanganan di 3 Provinsi

Hingga 31 Desember 2025, tercatat ribuan unit infrastruktur yang sedang dan telah ditangani oleh warga melalui skema padat karya:

  1. Aceh: Fokus pada perbaikan 31 unit PISEW, puluhan unit sanitasi, serta pemulihan 38 ruas jalan nasional, termasuk pemasangan Jembatan Bailey sepanjang 180 meter di Bireuen.
  2. Sumatera Utara: Penanganan intensif pada ruas jalan Simpang Rampa-Batulobang-Sibolga serta pembangunan sarana air minum perdesaan.
  3. Sumatera Barat: Perbaikan masif pada 150 unit sarana air minum dan 90 unit sanitasi. Saat ini, jalur ikonik Lembah Anai sudah fungsional namun masih diberlakukan pembatasan demi keamanan.

Pembersihan Jalan Nasional: Kolaborasi Tenaga Manusia dan Alat Berat

Selain infrastruktur pemukiman, skema padat karya juga dioptimalkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga untuk membersihkan ruas jalan nasional. Pada area-area sempit yang tidak bisa dijangkau alat berat, tenaga warga diberdayakan menggunakan peralatan kecil agar pembersihan material sisa bencana tetap berjalan efektif.

Untuk mendukung percepatan secara keseluruhan, Kementerian PU telah mengerahkan 1.452 unit alat berat yang tersebar di wilayah Aceh (821 unit), Sumut (291 unit), dan Sumbar (341 unit).

Capaian Terkini:

  • Jembatan: Lebih dari 90% dari total 33 jembatan nasional yang terdampak kini sudah dapat dilalui kembali.
  • Jalan Nasional: Sebagian besar dari 81 ruas jalan yang terdampak telah kembali fungsional sepenuhnya.

Kementerian PU berkomitmen untuk melanjutkan penanganan selama 24 jam sehari pada jalur-jalur strategis agar akses logistik dan mobilitas masyarakat di Pulau Sumatera kembali normal sepenuhnya.

Posting Komentar