HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Rekor Baru! Penyaluran FLPP 2025 Capai Angka Tertinggi Sepanjang Sejarah Meski Belum Penuhi Target

FLPP 2025


JAKARTA – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) melaporkan realisasi penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk tahun anggaran 2025. Sepanjang tahun tersebut, sebanyak 278.868 unit rumah bersubsidi telah disalurkan dengan total nilai mencapai Rp 34,64 triliun.

Meskipun angka ini mencapai 79,68 persen dari target awal yang ditetapkan pemerintah sebesar 350.000 unit, capaian tersebut tetap mencatatkan tinta emas dalam sejarah perumahan nasional.

"Walaupun belum menyentuh angka 350.000 unit, namun pencapaian tahun 2025 ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah penyaluran dana FLPP sejak pertama kali digulirkan pada tahun 2010," ungkap Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, Rabu (31/12/2025).

Baca Juga: Ekspansi Global 2026: Mengapa Investor China Kian Agresif Membangun Pabrik di Indonesia?

Dominasi Rumah Tapak dan Profil Penerima Manfaat

Dari total rumah yang disalurkan, 99,99 persen atau 278.865 unit merupakan rumah tapak. Sementara itu, rumah susun (rusun) hanya berkontribusi sebesar 0,001 persen (3 unit).

Berikut adalah profil penerima manfaat FLPP tahun 2025 berdasarkan sektor pekerjaan:

  • Pekerja Swasta: 205.311 unit (73,63%) – Tumbuh 31,3% secara tahunan.
  • Wiraswasta: 39.218 unit (14,06%) – Tumbuh pesat sebesar 58,7%.
  • PNS: 20.814 unit (7,46%) – Mencatat lonjakan tertinggi hingga 145,7%.
  • TNI/Polri: 5.409 unit (1,94%) – Tumbuh 36,9%.
  • Sektor Lainnya: 8.116 unit (2,91%).

Lonjakan signifikan pada segmen PNS dan wiraswasta menunjukkan bahwa skema pembiayaan perumahan subsidi semakin inklusif dan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat.


Aktor Utama: BTN dan REI Tetap Memimpin

Sektor perbankan dan asosiasi pengembang memegang peran krusial dalam keberhasilan penyaluran ini. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kembali mengukuhkan posisinya sebagai raja KPR subsidi dengan menyalurkan 132.744 unit atau 47,60% dari total penyaluran. Posisi berikutnya diikuti oleh BSI, BRI, BNI, dan Bank Mandiri.

Di sisi pengembang, Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) menempati peringkat pertama dengan membangun 117.680 unit rumah subsidi (42,20%), disusul oleh APERSI dengan 82.514 unit (29,59%) dan HIMPERRA dengan 37.593 unit (13,48%).

Baca Juga: Padat Karya Pemulihan Sumatera: Kementerian PU Berdayakan Warga dengan Upah Rp 125.000 Per Hari


Proyeksi 2026: Target 350.000 Unit Kembali Dicanangkan

Memasuki tahun 2026, pemerintah menunjukkan komitmen yang lebih besar untuk mengatasi backlog perumahan. BP Tapera kembali mematok target penyaluran sebanyak 350.000 unit rumah dengan total anggaran sebesar Rp 37,1 triliun.

Dana tersebut akan bersumber dari:

  1. Anggaran DIPA sebesar Rp 25,1 triliun.
  2. Pengembalian pokok (dana bergulir) sebesar Rp 10,4 triliun.
  3. Saldo awal tahun 2026 sebesar Rp 1,6 triliun.

"Pemerintah telah mengalokasikan pencadangan pembiayaan investasi untuk memastikan potensi penambahan target di tahun depan dapat terpenuhi," tutup Heru.

Posting Komentar