Apresiasi Mitra Ojol, Bulog dan Kemenko Pangan Gelar Pasar Murah di Tangerang
RADARNEGERI.COM - Tangerang, Perum Bulog bersama
Kementerian Koordinator Bidang Pangan memberikan perhatian khusus bagi para
pengemudi ojek online (ojol) menjelang akhir tahun. Melalui program Penjualan
Pangan Murah, sebanyak 900 paket sembako disalurkan bagi mitra Gojek dan Grab
di Gudang Bulog Sangiang Periuk, Kota Tangerang, Kamis (18/12/2025).
Langkah ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap
peran strategis pengemudi ojol sebagai pilar distribusi pangan dan layanan jasa
harian bagi masyarakat.
Baca Juga: Simulasi UMP Jakarta 2026: Potensi Tembus Rp5,7 Juta dengan Formula Alfa Terbaru
Paket Sembako Diskon 47% hingga Gratis
Dalam program ini, pengemudi ojol mendapatkan paket bahan
pokok berkualitas premium dengan harga yang sangat terjangkau. Paket tersebut
meliputi:
- Beras
Premium (5 kg)
- Gula
Pasir (1 kg)
- Tepung
Terigu (1 kg)
- Minyak
Goreng (1 liter)
Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan
Kemenko Pangan, Tatang Yuliono, menjelaskan bahwa nilai asli paket tersebut
mencapai Rp190.000, namun mitra ojol hanya perlu membayar Rp100.000.
Bahkan, berkat dukungan dari perusahaan aplikasi (Gojek dan Grab), sebagian
paket diberikan secara gratis kepada mitra terpilih.
Sinergi Menjaga Stabilitas Menjelang Nataru
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan
bahwa stok pangan nasional dalam kondisi aman menjelang libur Natal dan Tahun
Baru (Nataru).
"Program ini adalah wujud sinergi lintas sektor. Kami
ingin meringankan beban mitra ojol untuk mendapatkan pangan terjangkau. Saat
ini stok beras Bulog aman dan harga di pasar tetap stabil sesuai Harga Eceran
Tertinggi (HET)," ujar Rizal.
Baca Juga: Tekan Ketimpangan Upah, Menaker Yassierli Ungkap Fungsi "Rentang Alfa" di UMP 2026
Akan Berlanjut ke Kota Lain
Kesuksesan program di Tangerang ini menjadi pembuka bagi
rangkaian aksi serupa di daerah lain. Kemenko Pangan berencana memperluas
jangkauan pasar murah ini ke kota-kota besar lainnya, termasuk Semarang,
dengan menyasar berbagai komunitas masyarakat pekerja sektor informal.
Upaya kolaboratif antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta ini diharapkan dapat memperluas akses pangan bergizi bagi masyarakat menengah ke bawah di tengah dinamika ekonomi akhir tahun.
