Abadi di Angkasa: Mengenal 6 Ilmuwan Indonesia yang Menjadi Nama Asteroid
RADARNEGERI.COM - Pernahkah Anda membayangkan nama Anda terukir abadi di sabuk
asteroid tata surya? Bagi enam ilmuwan asal Indonesia ini, hal tersebut bukan
sekadar mimpi. International Astronomical Union (IAU) secara resmi
menyematkan nama para astronom, peneliti, dan pengajar Indonesia pada objek
langit sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi luar biasa mereka di dunia
sains.
Menariknya, mayoritas dari mereka adalah para pemimpin di Observatorium
Bosscha ITB, institusi riset astronomi tertua di Asia Tenggara. Berikut
adalah daftar lengkap "bintang" Indonesia di sabuk asteroid:
Baca Juga: Inspirasi dari Warna Ungu: Kisah Shafiq, Lulusan Terbaik IPB University Berkat Cabai Hias
Daftar Astronom Indonesia di Sabuk Utama
1. Bambang Hidayat (Asteroid 12176 Hidayat)
Dikenal sebagai tokoh promotor astronomi modern di
Indonesia. Lulusan Case Western Reserve University ini memimpin Bosscha selama
tiga dekade (1968–1999). Ia merupakan ahli dalam bidang bintang ganda dan
pernah menjabat sebagai Wakil Presiden IAU (1994–2000).
2. Moedji Raharto (Asteroid 12177 Raharto)
Kepala Observatorium Bosscha periode 1999–2004 ini merupakan
pakar dalam struktur Galaksi. Risetnya banyak menggunakan katalog Hipparcos dan
IRAS-Point Source untuk memetakan rahasia Bimasakti.
3. Dhani Herdiwijaya (Asteroid 12178 Dhani)
Ilmuwan asal Semarang ini adalah pakar Fisika Matahari.
Meraih gelar doktor dari Kyoto University, Dhani memfokuskan risetnya pada
gerak bintik matahari (sunspot) dan pengaruh aktivitas magnetik matahari
terhadap iklim serta cuaca antariksa.
4. Taufiq Hidayat (Asteroid 12179 Taufiq)
Memimpin Bosscha pada 2006–2010, Taufiq mendalami bidang
Tata Surya dan planet luar surya (extrasolar). Ia juga dikenal vokal
dalam memperjuangkan kelestarian lingkungan di sekitar Bosscha dari ancaman
polusi cahaya akibat urbanisasi.
5. Thé Pik Sin (Asteroid 5408 Thé)
Sosok legendaris ini merupakan orang Indonesia pertama yang
meraih gelar doktor di bidang astronomi. Ia menjabat sebagai Kepala Bosscha
pada periode 1959–1968 dan menjadi pionir riset astronomi bagi generasi penerus
di tanah air.
Sorotan Khusus: Premana Wardayanti Premadi
Asteroid 12937 Premadi diambil dari nama Prof.
Premana W. Premadi, satu-satunya perempuan dalam daftar ini sekaligus perempuan
pertama yang menjabat sebagai Kepala Observatorium Bosscha (2018–2023).
Mengapa sosoknya begitu istimewa?
- Doktor
Astrofisika Perempuan Pertama: Meraih gelar doktor dari University of
Texas, ia mendalami bidang kosmologi dan struktur alam semesta.
- Apresiasi
Global: Merupakan Honorary Fellow dari Royal Astronomical
Society, Kerajaan Inggris.
- Misi
Edukasi: Pendiri Universe Awareness for Children (UNAWE),
gerakan global untuk memperkenalkan keajaiban alam semesta kepada
anak-anak, terutama di wilayah tertinggal.
Ringkasan Data Asteroid Tokoh Indonesia
|
Nama Tokoh |
Kode Asteroid |
Bidang Keahlian Utama |
|
Bambang Hidayat |
12176 Hidayat |
Bintang Ganda & Emisi H |
|
Moedji Raharto |
12177 Raharto |
Struktur Galaksi |
|
Dhani Herdiwijaya |
12178 Dhani |
Fisika Matahari & Bintang Ganda |
|
Taufiq Hidayat |
12179 Taufiq |
Tata Surya & Extrasolar |
|
Thé Pik Sin |
5408 Thé |
Doktor Astronomi Pertama |
|
Premana W. Premadi |
12937 Premadi |
Kosmologi & Astrofisika |
