HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Kabar Gembira! Ojol, ART, dan Pedagang Sayur Kini Lebih Mudah Punya Rumah: Kuota Subsidi Naik di 2026


RADARNEGERI.COM - JAKARTA – Impian memiliki rumah sendiri kini semakin dekat bagi para pekerja sektor non-formal. Memasuki tahun 2026, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) resmi meningkatkan alokasi kuota pembiayaan rumah subsidi melalui skema KPR FLPP khusus bagi pekerja mandiri seperti ojek online (ojol), asisten rumah tangga (ART), hingga pedagang sayur.

Kebijakan ini menjadi angin segar mengingat pekerja di sektor ini seringkali menghadapi kendala administrasi perbankan karena tidak memiliki slip gaji tetap.

Baca Juga: Rekor Baru! Penyaluran FLPP 2025 Capai Angka Tertinggi Sepanjang Sejarah Meski Belum Penuhi Target

Kuota Naik Menjadi 15 Persen

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, mengungkapkan bahwa pemerintah telah sepakat untuk memperluas akses hunian bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. Jika pada tahun 2025 alokasi untuk sektor non-formal hanya dipatok sebesar 10 persen, kini angkanya merangkak naik.

“Tahun ini, alokasi untuk sektor non-formal meningkat menjadi 15 persen. Kami ingin memastikan pembiayaan KPR Sejahtera FLPP dinikmati secara lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia,” ujar Heru, Kamis (1/1/2026).

Inovasi Produk: Tak Hanya Beli, Bisa Bangun dan Renovasi

Selain menambah kuota, BP Tapera juga melakukan diversifikasi produk agar lebih fleksibel sesuai kebutuhan masyarakat. Ke depan, dana FLPP tidak hanya bisa digunakan untuk membeli rumah baru dari pengembang, tetapi juga tersedia dalam skema:

  • Kredit Bangun Rumah (KBR): Bagi warga yang sudah memiliki lahan namun terkendala biaya pembangunan.
  • Kredit Renovasi Rumah (KRR): Untuk memperbaiki hunian agar lebih layak huni.

Saat ini, BP Tapera tengah mematangkan aturan teknis bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) agar program ini segera dapat diakses oleh masyarakat luas.

Baca Juga: Ekspansi Global 2026: Mengapa Investor China Kian Agresif Membangun Pabrik di Indonesia?


Refleksi 2025: Rekor Penyaluran Meski Target Belum Tercapai

Peningkatan kuota di tahun 2026 ini berpijak pada performa tahun sebelumnya. Sepanjang tahun 2025, penyaluran FLPP mencatatkan rekor tertinggi sejak program ini dimulai pada 2010 silam.

Total rumah yang berhasil disalurkan mencapai 278.868 unit dengan nilai total Rp 34,64 triliun. Walaupun angka ini baru mencapai sekitar 79,68 persen dari target awal (350.000 unit), tren positif ini menjadi landasan kuat bagi pemerintah untuk lebih optimis di tahun 2026.

Mengapa Ini Penting bagi Anda?

Dengan skema FLPP, pekerja non-formal bisa menikmati:

  1. Suku bunga tetap (fixed) yang jauh lebih rendah dari KPR komersial.
  2. Uang muka ringan.
  3. Masa tenor panjang yang menyesuaikan kemampuan finansial pekerja harian.
Posting Komentar