Akhir Drama TikTok di AS? ByteDance Dikabarkan Sepakat Jual Unit Bisnis pada Januari 2026
RADARNEGERI.COM - Jakarta, Induk perusahaan TikTok, ByteDance,
dilaporkan telah menyetujui kesepakatan divestasi unit bisnis TikTok di Amerika
Serikat. Berdasarkan bocoran memo internal yang didapat oleh Reuters,
TikTok AS akan dialihkan ke sebuah perusahaan patungan (joint venture)
yang dikendalikan oleh konsorsium investor asal Paman Sam.
Langkah strategis ini dipimpin oleh raksasa teknologi Oracle
dan firma investasi Silver Lake, yang bertujuan untuk mengakhiri tekanan
regulasi panjang terkait isu keamanan nasional di AS.
Baca Juga: 🇯🇵 Estetika Jepang Hadir di Indonesia: Sharp Resmi Rilis Aquos R10 dan Aquos Sense 10
Detail Kesepakatan Berdasarkan Bocoran Memo
Meskipun nilai transaksi belum diungkapkan ke publik, memo
tersebut merinci struktur kepemilikan baru sebagai berikut:
- Konsorsium
Investor AS: Akan memegang kendali utama dengan kepemilikan kolektif
sekitar 45 persen saham.
- ByteDance:
Hanya akan mempertahankan porsi minoritas, yakni kurang dari 20 persen
saham.
- Target
Rampung: Transaksi dijadwalkan selesai sepenuhnya pada 22 Januari
2026.
Upaya Meredakan Ketegangan AS-Tiongkok
Selama beberapa tahun terakhir, TikTok berada di bawah
ancaman pemblokiran permanen jika ByteDance tidak segera melakukan divestasi.
Pemerintah AS mengkhawatirkan pengelolaan data pengguna yang dianggap berisiko
jika tetap berada di bawah kendali penuh perusahaan Tiongkok.
Baca Juga: Xiaomi Redmi Note 15 Series Meluncur Global: Bawa Baterai Jumbo dan Kamera 200 MP
Kesepakatan ini dipandang sebagai solusi kompromi
untuk:
- Menjaga
operasional TikTok tetap berjalan bagi jutaan pengguna di AS.
- Memastikan
data pengguna dikelola oleh entitas yang berbasis di Amerika Serikat.
- Meredakan
tensi geopolitik antara Washington dan Beijing di sektor teknologi.
Hingga saat ini, pihak ByteDance maupun TikTok belum memberikan konfirmasi resmi terkait keaslian memo internal tersebut. Namun, jika terbukti akurat, Januari 2026 akan menjadi babak baru bagi ekosistem media sosial global.
